Page 11 - Majalah MILES 175
P. 11

CLOSEUP
Marga) telah memiliki blueprint ruas-ruas mana yang akan dibangun nantinya. Jadi, kami pun sangat memahami prospek bisnis ini ke depannya,” ujar Adrian menerangkan.
Ketika disinggung tentang lesunya sektor properti dalam beberapa tahun terakhir, Adrian justru melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Ia mengatakan jika inilah momen yang tepat bagi investor untuk berinvestasi dan kembali menggairahkan sektor bisnis
ini. Terlebih, selain kebijakan pembangunan hunian menjadi prioritas pemerintah pada 2018
ini, pertumbuhan ekonomi awal tahun serta nilai inflasi dirasa cukup mendukung.
Adrian menganggap langkah tersebut sebagai transformasi yang dilakukan Jasa Marga karena tidak lagi fokus terhadap pendapatan
dan pembangunan infrastruktur jalan tol. “Ini merupakan bagian dari transformasi Jasa Marga karena kita tengah berupaya meningkatkan pendapatan dari core business baru,” ujarnya.
“Kita sedang membuat
konsep baru dan pastinya akan menggandeng mitra-mitra strategis yang sebelumnya sudah bermain
di sektor ini. Intinya, kita harus melakukan sesuatu agar publik bisa melihat Jasa Marga sudah mulai berekspansi ke sektor properti,” paparnya lagi.
Seperti dikatakan Adrian, proyeksi pendapatan sektor properti milik Jasa Marga diluar rest area sekitar Rp 233 miliar tahun
ini. Angka tersebut memang masih jauh dari kontribusi pendapatan yang ditargetkan sebesar 20 persen atau setara dengan Rp 1,6 triliun. Namun Adrian meyakinkan bahwa saat ini dirinya tengah menyusun
grand strategy untuk merancang bisnis model yang paling tepat untuk diadopsi nantinya.
“
Selain memanfaat- kan konsesi, tentunya kami menciptakan peluang bisnis lainnya.
MILES • EDISI 175 | 2018 11
“


































































































   9   10   11   12   13