Page 16 - Majalah MILES 175
P. 16

UPDATES
Catat Rekor Tertinggi,
GT Cikarang Utama Tak Temui Kendala
Selama puncak arus balik 2018 kemarin, Jasa Marga catat
rekor tertinggi volume kendaraan yang melalui GT Cikarang Utama.
Sejumlah strategi telah disiapkan Jasa Marga sebagai antisipasi meningkatnya volume kendaraan, termasuk di GT Cikarang Utama. Hingga kini GT Cikarang Utama selalu menjadi barometer penting bagi Jasa Marga dalam menjalankan fungsinya untuk melayani para pengguna jalan tol. Inilah gerbang tol terakhir sebelum para pemudik menuju ke daerah-daerah di Utara maupun Selatan Jawa.
Meningkatnya volume kendaraan pada arus mudik maupun balik
pun ternyata sudah diprediksi oleh Jasa Marga sejak jauh-jauh hari. Ditinjau dari realisasi di lapangan. Berdasarkan data dan evaluasi penyelenggaraan arus mudik dan balik lalu, Jasa Marga mencatat terdapat kenaikan jumlah kendaraan pada puncak arus balik pada tanggal 19 Juni 2018 (H+3). Peningkatan volume lalu lintas terjadi pada shift 2 dengan jumlah kendaraan sebanyak 56.313 unit atau naik sebesar 165% dari lalu lintas normal (21.213 kendaraan).
Peningkatan ini disebabkan oleh diberlakukannya lalu lintas satu arah ke Jakarta (one way) di Tol Jakarta-Cikampek. Jadi, total jumlah kendaraan yang melintas di GT Cikarang Utama saat puncak arus balik lalu adalah sebanyak 130.125 kendaraan. Jumlah itu meningkat drastis sebesar 82% dari lalu lintas normal, atau naik sebesar 14% dari puncak arus balik tahun 2017.
Meski tercatat sebagai rekor arus balik dengan lalu lintas tertinggi (arah Jakarta), namun Jasa Marga berhasil mengantisipasinya dengan baik. Mulai dari memperbanyak kapasitas gardu yang awalnya hanya 29 gardu menjadi 34 gardu, serta menyediakan 15 unit mobile reader di GT Cikarang Utama. Dioperasikannya mobile reader
sangat membantu terurainya volume antrean kendaraan di GT Cikarang Utama.
Tidak cukup sampai di situ, guna menghilangkan konsentrasi kendaraan di gerbang tol, Jasa Marga bersama Korlantas Polri berkoordinasi terkait pemberlakuan contra ow di kedua jalurnya. Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan untuk meningkatkan kapasitas
lajur yang ada. Terbukti, sepanjang penyelenggaraan arus mudik dan balik kemarin tidak ditemui kendala berarti, baik dari sisi pelayanan maupun operasional.
16 MILES • EDISI 175 | 2018


































































































   14   15   16   17   18