Page 11 - Miles Edisi 176
P. 11

HIGHLIGHT
yang terdapat di setiap gerbang akan mengidenti kasi data pada label Radio Frequency Identi cation (RFID),” ujar pria yang lebih dari 20 tahun berkarir di Jasa Marga.
Mengedepankan prinsip kecepatan pelayanan, FLO sendiri merupakan metode payment jalan tol yang sistemnya dikembangkan oleh JMTO. Memanfaatkan label RFID, sensor yang terdapat di gerbang tol secara otomatis akan membaca dan mengurangi saldo FLO. Dengan metode ini waktu transaksi jauh lebih singkat. Karena sensor akan membaca dan memveri kasi data pada label RFID secara cepat.
Melalui platform e-payment yang dikembangkan JMTO ini, nantinya uang elektronik tersimpan dalam akun dan nomor telepon pengguna yang terveri kasi. Pengguna pun bisa melakukan top- up ke rekening virtual melalui bank apa saja. Ditambahkan Aan, sapaan akrabnya, untuk itu kini, JMTO tengah mengurus perizinannya di Bank Indonesia.
“Kami telah menguji coba
di Ruas Bali-Mandara beberapa waktu lalu. Hasilnya, tak ada kendala berarti di lapangan. Itu berarti kami telah siap untuk melakukan soft launching dan bekerja sama dengan para penyedia jasa transportasi di Bali, seperti Blue Bird,” ungkapnya bangga.
Tak cukup sampai di situ, berakhirnya kontrak kerja sama dalam bidang settlement antara Jasa Marga dengan salah satu bank HIMBARA, dimanfaatkan JMTO untuk menciptakan konsep settlement baru yang dikembangkan sendiri. Amunisi
yang dimaksud adalah penyedia jasa layanan transaksi atau electronic payment di seluruh ruas tol.
“Teknologi menjadi platform unggulan JMTO dalam bisnis layanan jalan tol. Kami masuk
ke dalam celah bisnis ini ketika
para kompetitor masih berkutat dengan pengelolaan jalan tol secara konvensional. Pastinya langkah kami jauh lebih ke depan,” ungkap pria yang mengidolakan Kimi Raikkonen ini.
Diyakini Aan, langkah ini akan berkontribusi signi kan dalam peningkatan pendapatan Perseroan dari usaha lain. “Jika di ruas dalam kota (Jakarta) ada lebih dari 4,5 juta transaksi per hari dengan fee Rp 100/settlement, berarti pendapatan yang didapat dalam sehari Rp 450 juta. Berapa sebulan? Berapa per tahun?” ungkapnya lagi.
Apa yang dijabarkan oleh Aan mungkin hanya menggambarkan proyeksi pendapatan yang akan diraih JMTO dari operasional jalan tol, khususnya transaksi. Belum termasuk dengan pendapatan lain dari database pengguna layanan yang dimilikinya. Luar biasa!
Teknologi menjadi platform unggulan JMTO dalam bisnis layanan jalan tol.
MILES • EDISI 176 | 2018 11


































































































   9   10   11   12   13