Page 13 - Miles Edisi 176
P. 13

CLOSEUP
Terpilihnya Sapto Amal Damandari menjadi Komisaris Utama, diyakini mampu memberi efek positif terhadap target dan raihan yang berhasil dicapai Perusahaan dalam beberapa
tahun ke depan. Terlebih saat
ini Jasa Marga tengah mengejar pencapaian target pembangunan infrastruktur jalan tol hingga tahun 2020, di samping pengembangan unit-unit bisnis lain melalui Anak Perusahaan Usaha Lain (APUL).
Ditemui di ruang kerjanya
di kawasan Kebayoran, Sapto menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi yang saling mendukung antara Dewan Komisaris yang dipimpinnya dengan Dewan Direksi Jasa Marga. Sinergi diperlukan agar pelaksanaan dan pencapaian target Perusahaan berjalan sesuai rencana.
Tak sebatas koordinasi,
Sapto juga ingin memastikan bahwa seluruh manajemen risiko yang diterapkan Perusahaan
telah berjalan sesuai prosedur. “Sebagai perusahaan publik,
Jasa Marga memiliki penilaian
97 untuk score GCG (Good Corporate Governance)-nya.
Itu artinya Perusahaan telah menyelenggarakan praktik bisnis melalui manajemen yang akuntabel dan terkontrol dengan baik,” papar pria yang gemar bersepeda ini.
“Sebagai pionir bisnis infrastruktur jalan tol terbesar, saya yakin Jasa Marga sudah berada
di jalur yang tepat. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah membangun ruas tol baru tanpa perencanaan dan implementasi
yang baik. Adalah tugas saya untuk memastikan semua itu sesuai target dan kebijakan yang ada, sehingga tidak meleset dari koridor yang ada,” ujar Sapto menjelaskan lebih lanjut.
Ketika ditanya tentang program dan gebrakan apa yang akan dilakukannya bersama
Jasa Marga, Sapto mengatakan bahwa masih banyak informasi dan data yang harus ia pelajari terlebih dahulu, sehingga dalam penetapan serta penerapan kebijakannya senantiasa sejalan dengan visi Perusahaan.
Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta membuat bapak dua orang anak ini seakan tak bisa melupakan akar dan budaya Jawa yang melekat dalam dirinya. Di tengah aktivitas dan kesibukannya yang luar biasa, ternyata seorang Sapto Amal Damandari juga memiliki hobi yang terbilang unik. Ya, tidak hanya hobi olahraga dengan bersepeda santai, bapak
dua orang anak ini rupanya juga seorang kolektor keris dan batu mulia.
“Kalau hobi mengumpulkan batu mulia sudah dimulai sejak masih di bangku sekolah. Setiap kali dinas ke luar kota, saya selalu menyempatkan untuk membeli satu atau dua buah. Sampai saat ini mungkin ada ratusan batu mulia yang saya koleksi dari beragam
jenis. Nah, kalau keris saya juga punya cukup banyak,” terangnya.
Menurut pria yang menggemari lagu-lagu era 80-an ini bahwa selain unsur budaya Jawa yang melekat, keris juga mempunyai nilai artistik serta  loso  yang tinggi.
SANG KOLEKTOR
MILES • EDISI 176 | 2018 13


































































































   11   12   13   14   15