Page 5 - Miles Edisi 176
P. 5

HIGHLIGHT
baru berkontribusi sebesar 7 persen
terhadap pendapatan secara keseluruhan. Hal
ini dilihat dari proyeksi pendapatan sektor properti
milik Jasa Marga di luar rest area sekitar Rp 233 miliar tahun ini.“
Angka tersebut masih jauh dari kontribusi pendapatan yang ditargetkan, yaitu sebesar 20 persen atau setara dengan Rp
1,6 triliun. Karenanya Jasa Marga perlu melakukan terobosan atau inovasi lain secara agresif. “Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan mengembangkan bisnis properti,” ungkap Adrian lagi.
TEROBOSAN JASA MARGA
Prospek bisnis properti
dinilai bagus oleh Jasa Marga.
Hal ini karena masyarakat
akan membeli hunian dengan mempertimbangkan akses jalan
di sekitarnya. Jasa Marga akan membuat sejumlah hunian dengan letak yang strategis. Letak lokasi hunian tersebut dibangun berdasarkan blueprint ruas-ruas akses jalan strategis yang telah dimiliki Jasa Marga.
“Dalam merealisasikan konsep ini, Jasa Marga akan menggandeng mitra-mitra strategis yang sebelumnya sudah bermain di sektor properti.
Dengan pemahaman yang mumpuni terkait dunia properti, membuat Jasa Marga yakin bahwa prospek bisnis ini sangat bagus ke depannya,” terangnya. Terkait hal ini, Jasa Marga pun tengah menyusun grand strategy untuk merancang bisnis model yang paling tepat untuk diadopsi nantinya.
PROSPEK BISNIS PROPERTI
Ditinjau dari data dan indikator yang ada, tren
properti di Indonesia pada beberapa tahun ke depan sangat didukung oleh tren meningkatnya perekonomian dalam negeri yang semakin baik. Hal ini selaras dengan program pemerintah terkait kebijakan pembangunan hunian sebagai prioritas pemerintah pada 2018.
Di sisi lain, ini menjadi momen tepat bagi investor untuk kembali menggairahkan sektor properti. Langkah ini merupakan suatu bentuk transformasi Jasa Marga yang sedang berupaya meningkatkan pendapatan dari core business baru.
MILES • EDISI 176 | 2018 5


































































































   3   4   5   6   7