Page 9 - Miles Edisi 176
P. 9

HIGHLIGHT
mandiri dan berkontribusi pada pendapatan Perseroan saja. Tapi juga memaksimalkan fungsi serta lingkup kerja SDM secara optimal. Tahun 2018, JMTM ditargetkan meraih laba sebesar Rp 40 miliar.
“Dengan struktur lebih ramping namun tantangan yang semakin besar, diperlukan langkah-langkah tepat untuk mengoptimalkan kinerja SDM. Ya, semua masih dalam proses peralihan. Sebagai catatan, di triwulan ketiga (2018),
kami berhasil meraih laba Rp 34 miliar. Kami optimis, target laba Rp 40 miliar akan tercapai di akhir tahun. Jadi, semua masih berlanjut dan menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” papar pria yang gemar bermain musik ini.
Namun harus diakuinya bahwa tantangan terbesar JMTM adalah membangun image perusahaan yang fokus terhadap kualitas pelayanan dan kenyamanan. Karenanya, Roy senantiasa mengingatkan seluruh karyawan untuk bekerja optimal dengan fokus menghadirkan pelayanan dan kenyamanan kepada stakeholder. Baginya, itulah value yang harus melekat pada karyawan JMTM.
“Dalam sebuah proses pekerjaan ataupun lelang, penilaian teknis merupakan elemzen penilaian utama. Namun ketika berbicara image serta value yang diberikan, maka sesungguhnya kita (JMTM) berada beberapa langkah di
depan para kompetitor,” kata Roy berbangga.
Ia juga menuturkan, melalui morning brie ng yang melibatkan seluruh karyawan JMTM setiap pagi, bukan hanya membuat kedekatan emosional antara sesama karyawan dan lintas jabatan saja. Tapi lebih dari itu, morning brie ng juga berfungsi sebagai ajang saling sharing
serta menyatukan misi dan visi bersama.
Ditanya tentang rencana dan proyeksi bisnis di 2019, Roy menegaskan bahwa dengan sejumlah tender dan proyek yang telah dimenangkannya, JMTM optimis mampu bersaing dengan perusahaan kontraktor lainnya. “Tahun 2019, dengan target sales 971 miliar, kami yakin dan optimis JMTM bisa berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan Jasa Marga secara signi kan,” pungkasnya.
Strategi JMTM dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol layak diapresiasi. Pasalnya belum lama ini JMTM mendatangkan langsung satu unit kendaraan Hawkeye 2000. Hawkeye sendiri diproduksi oleh Australian Road Research Board (ARRB) yang digunakan sebagai penyedia layanan pengumpulan statistik data jalan.
Menurut Direktur Utama JMTM Roy Ardian Darwis, Hawkeye 2000 adalah kendaraan pintar yang bisa menganalisa kondisi jalan dengan sistem operasi terintegrasi. Melalui sensor dan peralatan yang dimilikinya, Hawkeye bisa merekam kondisi jalan serta karakteristiknya secara detil dan akurat.
Dilengkapi sensor perekam data asset, seperti: GPS and DGPS, Laser Pro ler, Auto Crack Detection Pro ler, Gipsy Trec Geometry, Distance Measurement Instrument, Asset Cameras, serta didukung Software Hawkeye Processing Toolkit, kendaraan ini menjadi bagian dari inovasi bisnis jalan tol dari aspek operasional dan pelayanan.
“Kami patut berbangga, karena di Indonesia hanya ada dua unit Hawkeye 2000 dengan spesi kasi lengkap. Yang pertama adalah milik Kementerian PUPR dan satu lagi milik JMTM. Jadi JMTM adalah satu-satunya perusahaan pemeliharaan jalan di Indonesia yang dibekali oleh mobil pintar secanggih Hawkeye 2000,” kata Roy.
MILES • EDISI 176 | 2018 9


































































































   7   8   9   10   11