Page 23 - Miles Edisi 178
P. 23

EVENTS
WUJUDKAN ASA KEBERLANGSUNGAN USAHA
INFRASTRUKTUR JALAN TOL MELALUI ATI
Dalam mengatur sebuah industri, memang diperlukan sebuah wadah atau asosiasi sebagai pendukung pemerintah. Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) diharapkan bisa menjaga keberlangsungan industri jalan tol di Indonesia.
Salah satu rangkaian kegiatan
ATI adalah acara Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Jalan
Tol Indonesia (ATI) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Rabu (5/12) lalu, dengan mengusung tema “Revitalisasi Industri Jalan Tol: Menyongsong Konektivitas Jalan Tol Trans Jawa dan Sumatera”.
Acara ini dibuka oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan turut dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Kepala
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana, Kasubditwal dan PJR Ditgakkum
Korlantas POLRI Kombes Pol Bambang Sentot Widodo, Ketua ATI Desi Arryani, Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade Sudiyono dan sejumlah Direksi BUJT, yang juga merupakan anggota ATI.
Pada kesempatan ini
juga diadakan pengukuhan kepengurusan baru ATI periode 2018-2023.
ATI memiliki tiga peran utama yang diharapkan mendukung pengembangan jalan tol di Indonesia. Pertama, mendorong terciptanya industri jalan tol yang sehat dan berdaya saing. Kedua, mendukung pengusahaan jalan
tol melalui pengembangan inovasi dan penerapan teknologi yang memperhatikan kualitas, keamanan
dan berwawasan lingkungan. Ketiga, melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU), ATI dapat menjadi wadah bagi BUJT bersinergi dan membantu Pemerintah mengatasi backlog pembiayaan infrastruktur.
Ketua ATI, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani telah membawa industri jalan tol di Indonesia mengalami percepatan dan inovasi. Desi Arryani mengungkapkan, “Di dalam revitalisasi industri jalan tol, memang banyak hal besar yang harus dihadapi sebagai pengusaha jalan tol. Misalnya, yang paling dekat adalah teknologi. Baru saja, kita menyelesaikan cashless, 100% non tunai tahun lalu. Kita harus sudah siap menghadapi persiapan teknologi yang lebih canggih setelah cashless, yang ultimate-nya adalah multi lane free  ow.”
Sebagai asosiasi profesional yang mewadahi 56 BUJT di Indonesia, keberadaan ATI juga diharapkan dapat ikut bersinergi dalam upaya meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan usaha jalan tol bagi masyarakat, serta meningkatkan peran serta seluruh anggota
menjadi bagian dari stakeholder pembangunan Indonesia.
MILES • EDISI 178 | 2018 23


































































































   21   22   23   24   25