Page 4 - Miles Edisi 178
P. 4

HIGHLIGHT
MENGUPAS INOVASI SKEMA
PENDANAAN JASA MARGA
Aspek pendanaan masih menjadi salah satu tantangan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam pembangunan jalan tol di tanah air. Oleh sebab itu, BUJT perlu melakukan berbagai terobosan guna menyelesaikan pembangunan tol tepat waktu. Dalam konteks ini, Jasa Marga telah melakukan terobosan dengan menerapkan lima skema pendanaan.
Kunci keberhasilan dalam penerbitan skema pendanaan adalah komitmen yang kuat dari Jasa Marga untuk memberikan dukungan atas setiap instrumen yang diterbitkan di level proyek. Tak hanya itu, dalam mengembangkan konsep pendanaan juga harus bisa membuat struktur produk yang optimal bagi perusahaan dengan tetap mengakomodir ekspektasi pasar dan investor.
KARAKTERISTIK UNIK
Sampai sejauh ini, tercatat
ada lima skema pendanaan
yang digulirkan oleh Jasa Marga. Beberapa di antaranya termasuk yang pertama atau pionir. Dimulai pada tahun 2017, ada tiga skema pendanaan yang telah diluncurkan. Ketiganya adalah Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi, Project
Bond JORR
W2 Utara
(Kebon Jeruk-
Ulujami), dan Global
IDR Bond (Komodo Bond).
Ketiga skema tersebut mendapat apresiasi dari publik. Terbukti, sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi lebih dari dua kali. Sementara itu, Komodo Bond mengalami kelebihan permintaan lebih dari tiga kali.
Lalu, pada tahun 2018, Jasa Marga meluncurkan dua skema inovasi pendanaan lainnya, yaitu Reksa
Dana
Penyertaan
Terbatas (RDPT)
dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).
“Jadi, kalau dirunut sejarahnya itu, memang
4 MILES • EDISI 178 | 2018


































































































   2   3   4   5   6