Page 6 - Miles Edisi 178
P. 6

HIGHLIGHT
Sementara itu, Jasa Marga melalui anak usahanya PT
Marga Lingkar Jakarta (PT MLJ) menerbitkan project bond perdana senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi ini untuk aset MLJ di ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) W2 Utara atau Kebon Jeruk-Ulujami, yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2014. Instrumen pendanaan ini dinamakan obligasi I Marga Lingkar Jakarta tahun 2017, yang telah mendapatkan rating IdAAAsf (Triple A structured  nance) dari
PT Pemeringkat Efek lndonesia (Pe ndo).
Ruas tol Kebon Jeruk-Ulujami adalah ruas jalan tol yang pendek dengan traf c volume yang
tinggi. Kondisi ini disebabkan tol tersebut memiliki panjang 7,67 km yang terhitung pendek apabila dibandingkan dengan jalan tol lainnya di Indonesia, tetapi volume lalu lintas tinggi karena letaknya yang strategis.
Selanjutnya, pada 30 November 2017, Jasa Marga melakukan penawaran global perdana obligasi berdenominasi rupiah atau disebut Komodo Bond. Nilainya adalah
waktu 3 tahun. Obligasi tersebut mendapatkan peringkat Baa3 oleh Moody’s dan BB + oleh S&P, dengan menawarkan kupon 7,50% jatuh tempo pada 11 Desember 2020.
Di awal tahun 2018, Jasa Marga meraih penghargaan pertamanya dari The Asset Triple A Regional Awards 2017 di Hongkong, sebagai Best Local Currency Bond atas Komodo Bond Jasa Marga sebesar Rp 4 Triliun.
MEMILIKI FLEKSIBILITAS
Memasuki tahun 2018, lanjut Adri, Jasa Marga mencanangkan program-program yang tidak mengandalkan utang lagi. “Kita mengandalkan ekuitas. Kalau utang, pakai normal saja lah, pakai perbankan,” sambungnya.
Pada pertengahan tahun 2018, Jasa Marga meluncurkan RDPT. Dalam skema RDPT ini, investor menempatkan dana pada RDPT yang dikelola oleh manajer investasi.
“RDPT itu apa prinsipnya? Prinsipnya ini equity hybrid yang
Jadi, kalau dirunut sejarahnya itu, memang kita ini banyak melakukan inovasi. Global Bond kita yang pertama
menjual saham di tiga ruas, Batang- Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi- Kertosono sebesar 20% sehingga yang tadinya 60%, kini hanya 40%. Dengan (aksi) beli itu, investor
kita punya opsi buy back,” Adri menuturkan. Skema pendanaan terakhir, DINFRA, kata Adri, lebih  eksibel.
“RDPT bisa menerbitkan debt dan ekuitas dalam satu ‘cangkang’, which is match dengan kebutuhan anak perusahaan,” terangnya.
Adri meneruskan, ke depan Jasa Marga masih memiliki wacana
Rp 4 triliun. Obligasi tersebut adalah surat utang dengan kupon tetap tanpa jaminan berjangka
rasa seperti utang. Kenapa? Karena saat dana investor masuk ke RDPT, kita memutuskan untuk
berbagai skema pendanaan untuk menghadapi berbagai potensi tantangan yang akan terjadi.
6 MILES • EDISI 178 | 2018


































































































   4   5   6   7   8